Digital Marketing: Sekarang Waktunya Bertindak, Bukan Menunggu

digital marketing

Gambar diambil dari sini

Digital marketing sudah bukan lagi soal penting atau tidak penting, tapi ini telah menjadi kebutuhan. Para pemasar harus berada di tempat konsumen mereka berada.

Banyak aspek dari kehidupan kita yang kini memiliki unsur kata “digital”. Media digital, digital business, generasi digital, dan masih banyak lagi. Hal ini terjadi mungkin karena tanpa benar-benar disadari kultur kita telah berubah. Digital telah menjadi kultur baru masyarakat dunia.

Kultur masyarakat yang berubah tentunya menyebabkan pula perubahan dalam pola komunikasi yang pada akhirnya juga mengubah gaya pemasaran. Dari sini lah kemudian lahir apa yang kita kenal dengan digital marketing. Apa sih digital marketing yang sepertinya makin panas dibicarakan di mana-mana itu?

Menurut Wikipedia, digital marketing merupakan pemasaran yang menggunakan medium elektronik, seperti komputer, perangkat bergerak seperti smartphone dan tablet, digital billboard, dan game console. Pemasaran jenis ini menggunakan secara maksimal kanal-kanal digital untuk melakukan proses pemasaran.

Di Indonesia ini rasanya sudah mulai berkembang sejak sekitar 10 tahun yang lalu ketika kita mulai berkenalan dengan website, portal berita, media sosial, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, bagaimana perkembangan digital marketing di Indonesia selama 10 tahun terakhir dan bagaimana peluangnya di masa mendatang? 

Kalau kita lihat perkembangannya cukup baik dari 10 tahun yang lalu. Namun, masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal mengingat konsumen Indonesia adalah konsumen yang sangat cepat menyerap teknologi. Pertanyaannya, mengapa hal itu bisa terjadi?

Ada banyak faktor yang menyebabkan digital marketing di Indonesia tidak berkembang secepat kita mengadopsi teknologi itu sendiri. Faktor yang paling utama mungkin karena para marketer dan pemilik merek Indonesia tampak belum sepenuhnya mengikhlaskan bahwa medium pemasaran sekarang beralih ke digital.

“Marketer kita tampak masih malu-malu, ragu-ragu, dan wait and see soal digital marketing,” kata Firman Kurniawan, pengamat digital marketing yang juga pengajar di program Magister Komunikasi FISIP UI. Sementara itu, konsumen kita sebaliknya. Mereka sudah menunggu bahkan menuntut agar marketer dan pemilik merek masuk ke ranah digital.

Tak mengherankan. Masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan kan memang sedikit-sedikit googling, sedikit-sedikit update status media sosial. Ingin mencari tahu tentang apapun, termasuk barang yang ingin dibeli yang diklik pertama kali adalah Google. Menemukan apapun yang menarik langsung di-share di media sosial.

Jadi kalau marketer dan pemilik merek tidak terjun ke ranah digital dan masuk ke digital marketing, dengan sendirinya mereka akan kehilangan peluang.

Jadi, digital marketing sudah bukan lagi soal penting atau tidak penting, tapi ini telah menjadi kebutuhan. Para pemasar harus berada di tempat konsumen mereka berada.

Ketika kultur masyarakat berubah, dengan sendirinya pola komunikasi akan berubah. Kalau komunikasi berubah maka pemasaran pun akan ikut berubah. Itu sebabnya marketer dan pemilik merek harus berubah seiring dengan perubahan konsumennya.

Waktunya “integrated digital communications”

Bicara digital marketing kita tentu harus bicara tentang tentang kanal digital yang cukup luas. Ada website, media sosial, email, pesan singkat, dan masih banyak lagi. Kanal manakah yang harus diutamakan. Menurut Firman, kita perlu memiliki komunikasi digital yang terintegrasi karena setiap kanal digital memilikinya fungsinya masing-masing.

Jangan sampai karena sekarang yang sedang hype media sosial, kemudian website menjadi diabaikan karena dianggap sudah tidak nge-tren. Antonius Surjanto, Direktur KENJALO, justru mengatakan website sangatlah penting.

Website tak ubahnya sebuah outlet di dunia maya. Kita tidak mungkin hanya mengandalkan media sosial atau email atau pesan singkat tanpa memiliki website tempat semua informasi tentang merek bermuara.

Para marketer perlu memahami dengan baik apa fungsi dan kelebihan tiap kanal digital bagi mereknya. Firman mencontohkan, misalnya para marketer dapat menggunakan Twitter dan Facebook untuk meningkatkan awareness merek, memakai YouTube untuk menampilkan visual produk atau layanan, dan website sebagai muaranya untuk berinteraksi lebih dalam dengan para konsumen.

Dengan begitu masing-masing platform dapat saling mendukung kegiatan pemasaran yang pada akhirnya tentu akan memperkuat merek dan dengan sendirinya mendorong penjualan. Bukankah itu adalah tujuan semua marketer dan pemilik merek?

Ini semua sebenarnya tak ubahnya IMC (Integrated Marketing Communications). Semua kanal komunikasi disinergikan untuk menghasilkan kegiatan pemasaran yang maksimal. Bedanya kanal komunikasi yang digunakan dalam digital marketing ya kanal digital.

Seperti juga IMC, kita harus memiliki tujuan yang jelas untuk masing-masing kanal. Kalau tujuannya sudah jelas tentu akan lebih mudah mengelolanya.

Masalahnya, banyak marketer dan pemilik merek yang tampak clueless. Tidak tahu apa yang diinginkan dan bagaimana tiap kanal digital bekerja. Ini sebenarnya yang menjadi tembok penghalang berkembangnya berbagai inovasi dalam digital marketing di Indonesia.

Meski kita juga tidak bisa menafikan adanya masalah infrastruktur seperti koneksi internet kita yang masih lemot. Dan ini menjadi masalah ketika kita bicara tentang digital marketing.

Tapi kita tidak bisa menunggu sampai semua siap baru masuk ke digital marketing. Ketika itu terjadi semua sudah terlalu terlambat. Kita harus mulai sekarang. Sudah banyak kok contoh bagaimana merek yang akhirnya menggunakan kanal digital untuk pemasaran mendapatkan kesuksesan.

So, are you ready to dive in digital marketing? We dare you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s