Era Digital, Eranya Pengukuran

pengukuran

Gambar diambil dari sini

Banyak marketer ragu masuk ke digital marketing. Padahal kita sudah tahu apa saja keuntungannya. Mungkinkah pengukuran solusinya?

Kehadiran teknologi digital telah menjungkirbalikan banyak hal dalam kehidupan kita. Mengubah banyak hal, dari cara kita berteman, berhubungan dengan orang lain, hingga mungkin mengasuh anak. Tentunya berubahnya gaya hidup masyarakat ikut mengubah wajah dunia bisnis dan sudah pasti pemasaran.

Ketika orang-orang hidup dan berkomunikasi melalui teknologi digital, sangat masuk akal bila kemudian pemasaran pun dilakukan melalui kanal-kanal digital. Hal ini tentu bukan berita baru bagi para entrepreneur dan pemasar. Kita mungkin sudah kenyang dicekoki tentang betapa besar kekuatan digital marketing.

Namun, pada kenyataannya digital marketing di Indonesia belum berkembang dengan baik. Kita baru berada di tingkat awal penggunaan digital marketing, termasuk di dalamnya pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran.

Bahkan bujet iklan untuk digital saat ini tidak lebih dari 5%. Sebagai perbandingan, bujet untuk kanal digital di Eropa dan Amerika Serikat sudah mencapai angka 20%.

Bulan April 2013, Nielsen merilis laporan bertajuk 2013 Online Advertising Performance Outlook. Dari laporan tersebut ada beberapa hal yang menarik. Sebanyak 63% marketer menyatakan akan menaikkan bujet online branding mereka. Bahkan satu dari lima marketer menyatakan bahwa kenaikannya akan lebih dari 20%.

Sementara itu, 48% marketer akan memindahkan bujet promosi mereka dari televisi ke iklan online. Dan 70% marketer akan meningkatkan belanja iklan mereka di media sosial dan mobile. Wow. Bagaimana dengan kita?

Tak Kenal, Maka Tak Pede

Tentu ada alasan mengapa para marketer tersebut tanpa keraguan sedikit pun memindahkan alokasi bujet mereka dari media konvensional ke digital. Ketika kita sudah diyakinkan dan dibeberkan banyak bukti sukses digital marketing, namun tetap meragu pertanyaan-pertanyaan pun muncul.

Apa yang salah dari hal ini? Apa yang terlewatkan dari semua informasi tersebut? Continue reading

Advertisements

Digital Marketing: Sekarang Waktunya Bertindak, Bukan Menunggu

digital marketing

Gambar diambil dari sini

Digital marketing sudah bukan lagi soal penting atau tidak penting, tapi ini telah menjadi kebutuhan. Para pemasar harus berada di tempat konsumen mereka berada.

Banyak aspek dari kehidupan kita yang kini memiliki unsur kata “digital”. Media digital, digital business, generasi digital, dan masih banyak lagi. Hal ini terjadi mungkin karena tanpa benar-benar disadari kultur kita telah berubah. Digital telah menjadi kultur baru masyarakat dunia.

Kultur masyarakat yang berubah tentunya menyebabkan pula perubahan dalam pola komunikasi yang pada akhirnya juga mengubah gaya pemasaran. Dari sini lah kemudian lahir apa yang kita kenal dengan digital marketing. Apa sih digital marketing yang sepertinya makin panas dibicarakan di mana-mana itu?

Menurut Wikipedia, digital marketing merupakan pemasaran yang menggunakan medium elektronik, seperti komputer, perangkat bergerak seperti smartphone dan tablet, digital billboard, dan game console. Pemasaran jenis ini menggunakan secara maksimal kanal-kanal digital untuk melakukan proses pemasaran.

Di Indonesia ini rasanya sudah mulai berkembang sejak sekitar 10 tahun yang lalu ketika kita mulai berkenalan dengan website, portal berita, media sosial, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, bagaimana perkembangan digital marketing di Indonesia selama 10 tahun terakhir dan bagaimana peluangnya di masa mendatang?  Continue reading